Sunday, January 9, 2022

Rangkuman Modul Praktikum Sistem Digital

 

 Tampilan Digital Works


 

Dalam lembar kerja diatas terdapat 6 poin penting toolbar yang akan dijelaskan dalam gambar berikut.

 


1.      Gerbang AND

Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 0. Rangkaian AND dinyatakan sebagai Z= A*B atau Z=AB (tanpa simbol).

Simbol Gerbang AND

                     


 

2.      Gerbang OR

Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilakn hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0. Rangkaian OR dinytakan sebagai Z = A + B

Simbol Gerbang OR


 

3.      Gerbang NOT (Inverter)

Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran(Output0. Gerbang NOT disebut juga dengan Inveter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (Kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Ouput) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya harus bernilai Logika 1. Rangkaian NOT dinyatakan Sebagai      Z =

Simbol Gerbang NOT

 


 

4.      Gerbang NAND (NOT AND)

Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan Kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan keluaran (Output) Logika 1. Rangkaian NAND dinyatakan sebagai Z =

Simbol Gerbang NAND

5.      Gerbang Logika NOR

Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN ATAU, Gerbang NOR merupakan  kombinasi dari Gerbang OR dan NOT yang menghasilkan  keluaran Logika 0 jika salah satu daro masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapakan keluaran Logika 1, maka semua masukan (Input) harus bernilai Logika0. Rangkain NOR dinyatakan sebagai Z =

Simbol Gerbang NOR

6.      Gerbang X- OR (Exclusive OR)

X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 masukan (Input) dan 1 keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan-masukannya (Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama, maka akan memberikan hasil keluaran Logika 0 Rangkaian X-OR dinyatakan sebagai Z = ( *B) + (A* )=A○B

Simbol Gerbang X-OR

7.      Gerbang Logika X-NOR

Seperti Gerbang X-OR, Gerbang X-NOR juga terdiri dari 2 masukan (Input)dan 1 keluaran (Output). X-NOR adalddah singkatan dari exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang NOR dan Gerbang NOT. Semua masukan atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilakn keluaran (ouput) Logika 0 jika semua masukan atau Gerang X-OR Exclusive. Rangkaian X-NOR dinyatakan sebagai Z = ( )= A B

Simbol Gerbang X-NOR


 

 pembahasan 2

Aljabar Boolean

Aljabar Boolean memuat variable dan simbol operasi untuk gerbang  logika.  Simbol  yang  digunakan pada  aljabar Boolean Adalah : untuk AND, (+)  untuk  OR,  dan ( )  untuk  NOT. Rangkaian logika merupakan gabungan beberapa gerbang, untuk mempermudah   penyeleseian   perhitungan   secara   aljabar   dan pengisian tabel kebenaran digunakan sifat-sifat aljabar Boolean.

Dalam aljabar boolean digunakan 2 konstanta yaitu logika 0 dan logika 1. Etika logika tersebut diimplementasikan kedalam rangkaian  logika  maka  logika  tersebut  akan  bertaraf sebuah tegangan. Kalau logika 0 bertaraf tegangan rendah (aktive low) sedangkan kalau logika 1 bertaraf tegangan tinggi (aktive high). Pada teori — teori aljabar boolean ini berdasarkan aturan — aturan dasar hubungan antara variabel — variabel Boolean.

Ø  Dalil-dalil Boolean (Boolean postulates)

  Pl: X = 0 atau X = 1

  P2: 0 . 0 = 0

  P3: 1 + 1 = 1

  P4:  0 + 0 = 0

  P5: 1 . 1 = 1

  P6: 1 . 0 = 0 . 1 = 0

  P7: 1 + 0 = 0 + 1 = 1

Ø  Theorema Aljabar Boolean

  T1: Commutative Law       

o A + B = B + A

o A . B = B . A

  T2: Associative Law

a. (A+B)+C=A+(B+C)

b. (A.B).C=A.(B.C)

  T3: Distributive Law

a. A.(B+C)=A.B+A.0

b. A+(B.C)=(A+B).(A+C)

  T4: Identity Law

a. A+A=A

b. A . A = A

  T5: Negation Law

a. ( A' )=A'

b. ( A' )' = A

  T6: Redundant Law

a. A+A.B=A

b. A.(A+B)=A

  T7:0+A=A

1 . A = A

1 + A  = 1

0 . A = 0

ü  T8: A' + A = 1

A'. A = 0

ü  T9: A + A ' . B = A + BA . (A' + B) = A . B

ü  T10: De Morgan's Theorem

a. (A+B)' = A'. B'

b. (A . B)'= A'+ B'

4.3.2.      K-Map

Peta Karnaugh (Karnaugh Map, K-map) dapat digunakan untuk menyederhanakan persamaan logika yang menggunakan paling banyak enam variable. Dalam laporan ini hanya akan dibahas penyederhanaan   persamaan   logika   hingga   empat   variable. Penggunaan persamaan logika dengan lima atau enam variable disarankan menggunakan program computer.

Peta merupakan gambar suatu daerah. Peta karnaugh menggambarkan daerah logika yang telah di jabarkan pada table kebenaran.  Penggambaran  daerah  pada  peta  karnaugh  hams mencakup  semuah  logika.  Daerah  pada  Peta  Karnaugh  dapat tamping tindih antara satu kombinasi variable dengan kombinasi variable yang lain.

 

4.4.   PEMBAHASAN

4.4.1.         K-Map 2 Variabel

  

Pada K-Map 2 variabel, variabel yang digunakan yaitu2.

Misalnya variabel A & B.

Catatan :

-       Untuk setiap variabel yang memiliki aksen, maka di dalam tabel ditulis 0.

-       Untuk setiap variabel yang tidak memiliki aksen, maka di dalam tabel ditulis 1.

Contoh : A' (ditulis 0), B (ditulis 1)

Desain/model pemetaan K-Map 2 variabel dapat dibentuk dengan 2 cara seperti pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan ini, penulis menggunakan desain pemetaan Model 2 seperti berikut :

Dalam menentukan hasil penentuan, ambil daerah yang berbentuk seperti berikut:


 

4.4.2.      K-Map 3 Variabel



 


Pada K-Map 3 variabel, variabel yang digunakan yaitu 3. Misalnya variabel A, B & C.

Desain pemetaan K-Map 3 variabel dapat dibentuk dengan 4 cara seperti pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan ini, penulis hanya menggunakan desain pemetaan Model 2 seperti berikut :



 


 


 


4.3.4        K-Map 4 Variabel


 


Pada KMap 4 variabel, variabel yang digunakan. Misalnya variabel A, B, C & D. Desain pemetaan K-Map 4 variabel dapat dibentuk dengan 2 cara seperti pada Gambar dibawah ini. Pada pembahasan ini, penulis hanya menggunakan desain pemetaan Model 2 seperti berikut :

 



 

 Pembahasan 3

Gerbang NAND  dan  NOR merupakan  gerbang universal,  artinya hanya dengan  menggunakan jenis  gerbang NAND  saja  atau  NOR  saja  dapat menggantikan fungsi dari 3 gerbang dasar yang lain (AND, OR, NOT). Multilevel,  artinya : dengan mengimplementasikan gerbang NAND atau NOR, akan ada banyak level / tingkatan mulai dari sisi input sampai ke sisi output. Keuntungan pemakaian NAND saja atau NOR saja dalam sebuah rangkaian digital adalah dapat mengoptimalkan pemakaian seluruh gerbang yang terdapat dalam sebuah IC logika sehingga kita bisa lebih mengirit biaya dan juga irit tempat karena tidak terlalu banyak IC yang digunakan (padahal tidak semua gerbang yang ada dalam IC tersebut yang digunakan).

Adapun cara melakukan konversinya dapat kita lakukan dengan dua cara yaitu:

1. Melalui peneyelesaian persamaan logika/Boolean

2.  Langsung menggunakan gambar padanan

 

 

5.4    PEMBAHASAN

5.3.1.      NAND

Kalau persamaan awal (soal) kita buatkan rangkaian digitalnya, maka akan terlihat rangkaian seperti berikut:

 


Kalau persamaan awal (soal) kita buatkan rangkaian digitalnya, maka akan terlihat rangkaian seperti berikut:

 


Pada gambar di atas dapat kita lihat bahwa rangkaian terdiri dari sate buah gerbang NOT, dua buah gerbang AND dan dua buah gerbang OR. lni artinya kita hares membeli tiga macam IC yaitu AND, OR dan NOT, tetapi tidak semua gerbang yang ada dalam IC tersebut terpakai dalam rangkaian. Artinya adalah  kita  sudah  melakukan  pemubaziran (membuang  sia-sia)  gerbang lainnya, padahal kita sudah beli dan banyak memakan tempat.

Setelah penyederhanaan dengan menggunakan persamaan logika di atas kita dapat membuat rangkaian logika baru dengan gerbang NAND saja yang kalau kita gambarkan rangkaiannya seperti berikut:


 

Dengan cara di atas terlihat kita hanya menggunakan dua IC NAND untuk mebangun sebuah rangkaian yang berfungsi sama. Ini berarti kita sudah bisa menghemat uang dan tempat.

 

5.3.2                       NOR

Selesaikanlah persamaan tersebut dengan menggunakan gerbang NOR saja. 


 

Jawab:

     

Sedangkan rangkaian setelah diubah ke bentuk NOR saja    adalah sebagai berikut.

 


 

 

 

 

 

 


           

 

 

Dari  gambar terlihat bahwa dengan membuat rangkaian menjadi berbentuk NOR saja kita tetap hanya membutuhkan dua buah IC saja yang terpakai semuanya (tidak mubazir atau terbuang).

 


 

Pembahasan 4

6.3.1             Adder

               Rangkaian Adder (penjumlah) adalah rangkaian elektronikadigital yang digunakan untuk menjumlahkan dua buah angka (dalam sistem bilangan biner), sementara itu di dalam computer rangkaian adder terdapat pada mikroskoper dalam blok ALU (Arithmetic Logic Unit). Sistem bilangan yang digunakan dalam rangkaian adder adalah :

         Sistem bilangan biner (memiliki base/radix 2)

         Sistem bilangan octal (memiliki base/radix 8)

         Sistem bilangan Desimal (memiliki base/radix 16)

 

Namun, diantara ketiga sistem tersebut yang paling mendasar adalah sistem bilangan biner, sementara itu untuk menerapkan nilai negatif, maka digunakanlah sistem bilangan complement. BCD (binary-coded decimal)

a. Half Adder

       Half adder adalah suatu rangkaian penjumlah sistem bilangan biner yang paling sederhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan biner sampai 1 bit saja. Rangkaian half adder mempunyai 2 masukan dan 2 keluaran yaitu Sunmamary out (Sum) dan Carry out (Carry).

       Rangkaian ini merupakan gabungan rangkaian antara 2 gerbang logika dasar yaitu X-OR dan AND. Rangkaian half adder merupakan dasar bilangan biner  yang masing-masing hanya terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamakan penjumlah tak lengkap.

   1.  Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0.

   2.  Jika A=0 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.

   3.  Jika A=1 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 1.

   4.  Jika A=1 dan B=0 dijumlahkan, hasilnya S (Sum) = 0. Dengan nilai pindahan Cout (Carry Out) = 1.

Dengan demikian, half adder memiliki dua masukan (A dan B), dan dua keluaran (S dan Cout).


 

b. Full Adder

       Rangkaian Full-Adder, pada prinsipnya bekerja seperti

Half Adder, tetapi mampu menampung bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputnya ada 3 : A, B dan Cin, sementara bagian outputnya ada 2: Sum dan Cout. Cin ini dipakai untuk menampung bit Carry dari penjumlahan sebelumnya.

Berikut merupakan symbol dari Full Adder

Rangkaian Full Adder dapat dibuat dengan menggabung 2 buah Half Adder. Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat

menggunkan rangkaian Paralel Adder yaitu gabungan dari bebrapa Full Adder.

6.3.2                      Subtractor

Merupakan Suatu Rangkaian Pengurangan 2 buah bilangan biner.

Jenis-jenis rangkaian Subtractor yaitu :

a. Half Subtractor

     Rangkaian half subtractor adalah rangkaian Subtractor yang paling sederhana. Pada dasarnta rangkaian half subtractor adalah rangkaian half adder yang dimodifikasi dengan menambahkan gerbang NOT. Rangkaian half subtractor dapat dibuat dari sebuah gerbang AND, Gerang X-OR, dan gerbang NOT.

     Rangkaian ini mempunyai dua input dan dua output yaitu Sum dan Borrow Out (Bo). Rumus dasar pengurangan pada biner yaitu:

1.  0 – 0 = 0 Borrow 0

2.  0 – 1 = 1 Borrow 1

3.  1 – 0 = 1 Borrow 0

4.  1 – 1 = 0 Borrow 0

b. Full Subtractor

    Pada Rangkaian full subtractor pin Borrow Out dihubungkan dengan pin Borrow In(Bin) sebelumnya dan pin Bin di hubungkan dengan pin Bout pada rangkaian berikutnya begitu seterusnya.

Sehingga pada rangkaian Full Subtractor mempunyai 3 input dan 2 output.

Berikut merupakan symbol dari Full Subtractor

Rangkaian ini dapat digunakan untuk penjumlahan sampai 1 bit. Jika ingin menjumlahkan lebih dari 1 bit, dapat menggunakan rangkaian Paralel Subtractor yaitu gabungan dari beberapa Full Subtractor.


 

Pembahasan 5

 

7.3.1.      ENKODER

1.    Rangkailah gerbang logika encoder 4 – 2 berikut ini :

 


2.    Sambungkan terminal input dengan Interactive Input dan terminal output dengan led.

3.    Jalankan program.

4.    Amati dan catat output terhadap kominasi keadaan input.

 

7.3.2.      DEKODER

          1.  Rangkailah gerbang logika decoder 2 – 4 berikut ini :

             


      

       2.    Sambungkan terminal input dengan Interactive Input terminal output dengan LED.

       4.    Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.

Pemabahasan 6

8.3.1.           MULTIPLEKSER

1.    Rangkaian gerbang logika Multiplekser 4 – 1 berikut ini :

 

          2.  Sambungkan terminal input dengan Interactive Input dan terminal output dengan LED.

          3.  Jalankan program.

          4.  Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.

8.3.2. DEMULTIPLEKSER

          1.  Rangkaian gerbang logika decoder 1 – 4 berikut ini 

          2.  Sambungkan terminal input dengan Interactive Input dan terminal output dengan LED.

          3.  Jalankan program.

          4.  Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.


umsida.ac.id 


fst.umsida.ac.id 

No comments:

Post a Comment

Rangkuman Praktikum Sistem Operasi

A.   Profil Laboratorium Visi Laboratorium "Mewujudkan Laboratorium Sistem Operasi yang bermutu Tingkat Nasional 2020 di Bidang Informa...